Tata Cara Menuntut Ilmu menurut Islam

Sabtu, 23 Mei 2009



Tata Cara Menuntut Ilmu
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin

Barang siapa belum menekuni dasar-dasar ilmu, niscaya tidak akan bisa menguasai ilmu yang diinginkan. Barang siapa yang ingin mendapatkan ilmu langsung sekaligus, maka ilmu itu akan hilang dari dia secara sekaligus pula. Ada sebuah ungkapan: "Penuh sesaknya ilmu yang didengarkan secara berbarengan akan menyesatkan pemahaman." Dari sini, maka harus ada pendasaran terhadap setiap ilmu yang ingin engkau kuasai dengan cara menekuni dasar-dasar ilmu dan kitab yang ringkas pada seorang guru yang mumpuni, bukan dengan cara otodidak saja serta harus berjenjang dalam belajar.
Allah SWT berfirman (yang artinya), "Dan Al-Qur'an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." (Al-Israa': 106).

"Berkatalah orang-orang kafir: 'Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?' Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)." (Al-Furqaan: 32).

"Orang-orang yang telah kami beri al-kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya ...." (Al-Baqarah: 121).

Dasar ilmu itu didasarkan pada Al-Qur'an dan As-Sunnah juga pada beberapa kaidah yang diambil dari hasil penelitian dan pengamatan yang sempurna terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah. Ini adalah yang paling penting yang harus dikuasai oleh seorang penuntut ilmu.

Sebagai contoh adalah kaidah: "Di mana ada kesulitan di situ ada kemudahan." Kaidah ini bersuddmber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dalil dari Al-Qur'an di antaranya sebagai berikut. ".... Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan ...." (Al-Hajj: 78). Adapun dalil dari As-Sunnah adalah sabda Rasulullah saw. kepada Umran bin Hushain: "Shalatlah dengan berdiri, lalu jika engkau tidak mampu maka dengan duduk, dan kalau tidak mampu juga maka dengan berbaring." (HR Bukhari). Juga, sabda beliau, "Kalau saya perintahkan kalian untuk melakukan sesuatu, maka kerjakanlah semampu kalian." (HR Bukhari dan Muslim).

Ini adalah sebuah kaidah yang jika engkau membawakan seribu masalah yang bermacam-macam, niscaya engkau akan bisa menghukuminya berdasarkan pada kaiah ini. Namun, seandainya engkau tidak mengetahui sebuah kaidah, engkau akan sulit memecahkan meskipun hanya dua permasalahan sekalipun.

Berikut ini beberapa perkara yang harus engkau perhatikan pada setiap disiplin ilmu yang hendak engkau pelajari.
Menghafal kitab ringkasan tentang ilmu tersebut.
Menguasainya dengan bimbingan guru yang ahli di bidangnya.
Tidak menyibukkan diri dengan kitab-kitab besar yang panjang lebar merinci permasalahan sebelum menguasai pokok permasalahannya.
Tidak pindah dari satu kitab ke kitab lainnya tanpa ada sebab (tuntutan), karena ini termasuk sifat bosan.
Mencatat faidah dan kaidah ilmiah.
Membulatkan tekad untuk menuntut ilmu dan meningkatkan keilmuannya, serta penuh perhatian dan mempunyai keinginan keras untuk bisa mencapai derajat yang lebih tinggi sehingga bisa menguasai kitab-kitab besar dan panjang lebar dengan sebuah dasar yang kokoh.

Pertama, Menghafal Kitab yang Ringkas tentang Ilmu Tersebut

Misalnya, kalau engkau menginginkan mempelajari ilmu nahwu, hafalkanlah kitab yang ringkas tentang nahwu. Kalau baru mulai belajar, engkau bisa menghafalkan Al-Ajrumiyyah, karena kitab ini jelas dan lengkap. Lalu, lanjutkan ke matan Alfiyah karya Imam Ibnu Malik, karena kitab ini adalah inti sari ilmu nahwu.

Dalam ilmu fiqih, hafalkanlah kitab Zaadul Mustaqni', karena kitab ini telah disyarah (diulas), diberi catatan kaki, dan diajarkan, meskipun sebagian matan yang lain ada yang lebih baik dari satu sisi, namun kitab ini lebih baik dari sisi banyaknya permasalahan yang terdapat padanya, juga dari sisi sudah diberi syarah dan catatan kaki.

Dalam ilmu hadits, hafalkanlah 'Umdatul Ahkaam, dan kalau mau lebih, hafalkanlah Buluughul Maraam. Dan, kalau engkau baru memilih salah satu di antara keduanya, hafalkanlah Buluughul Maraam saja, karena kitab ini lebih baik dan haditsnya lebih banyak, juga karena pengarangnya Al-Hafizh Ibnu Hajar telah menjelaskan derajat haditsnya, yang hal ini tidak terdapat pada kitab 'Umdatul Ahkam. Walaupun sebenarnya derajat hadits pada kitab 'Umdatul Ahkam sangat jelas, karena kitab ini tidak memasukkan kecuali hadits yang disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Dalam ilmu tauhid, yang terbaik adalah kitab Tauhid karya Syaikul Islam Muhammad bin 'Abdul Wahhab. Dan, akhir-akhir ini sudah ada yang menakhrij hadits-haditsnya serta menjelaskan yang dha'if pada sebagiannya.

Dalam bab nama dan sifat Allah, yang terbaik adalah kitab Al-Aqiidah al-Waasithiyyah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Kitab ini lengkap, penuh berkah dan faedah. Dan, begitu seterusnya, ambillah dalam setiap disiplin ilmu kitab yang ringkas, lalu hafalkanlah.

Kedua, Menghafalnya dengan Bimbingan Guru yang Ahli di Bidangnya

Mintalah keterangan kitab yang engkau pelajari kepada seorang guru yang baik, ahli, dan amanah. Hal ini agar lebih selamat dari penyimpangan pemahaman. Juga, engkau akan lebih mudah dalam memahami dan lebih cepat.

Imam Ash-Shafadi berkata: "Oleh karena itu, para ulama berkata: 'Janganlah kamu belajar dari seorang shahafi (orang yang belajarnya otodidak) juga jangan dari mush-hafi (orang yang belajar baca Al-Qur'an secara otodidak).' Maksudnya, jangan kamu belajar Al-Qur'an dari seseorang yang hanya belajar lewat mush-haf, dan jangan belajar hadits dan ilmu lainnya dari orang yang belajarnya otodidak."

Oleh karena itu, kita dapati ribua biografi para ulama dari zaman ke zaman dalam berbagai dimensi ilmu selalu penuh memuat nama-nama guru dan murid-muridnya, baik yang sedikit maupun banyak. Dan, lihatlah para ulama yang banyak gurunya, sehingga ada di antara mereka yang gurunya mencapai ribuan, sebagaimana biografi ulama bujangan dalam kitab Al-Isfaar.

Tidak disarankannya belajar secara otodidak atau kepada orang yang belajarnya otodidak dimaksudkan untuk terhindar dari bacaan atau pemahaman yang menyimpang. Dan, tidak disarankannya belajar tanpa guru jika kitab yang engkau baca tidak ada keterangnnya. Adapun kalau kitab itu ada keterangannya seperti mush-haf Al-Qur'an yang terdapat pada zaman sekarang, maka urusannya lain. Karena, hal itu sudah jelas. Tetapi, jika kitab yang engkau baca itu tidak ada penjelasannya atau keterangannya, hendaknya engkau didampingi oleh seorang guru agar terhidar dari bacaan atau pemahaman yang salah.

Ketiga, Tidak Menyibukkan Diri dengan Kitab-Kitab Besar dan Panjang

Ini masalah yang penting bagi pelajar, yaitu hendaknya dia menguasai kitab-kitab yang ringkas terlebih dahulu, baru nanti masuk pada kitab-kitab yang besar. Tetapi, ada sebagian pelajar yang bersikap aneh, dia mempelajari kitab yang besar, lalu apabila duduk di sebuah majelis ilmu, dia berkata, "Telah berkata pengarang kitab ini, berkata pengarang kitab itu, dan seterusnya." Ini untuk menunjukkan bahwa dia banyak membaca kitab. Bagi pelajar pemula, ini langkah yang tidak tepat. Kami nasihatkan, mulailah dari kitab yang kecil dan ringkas, lalu apabila sudah engkau kuasai dengan baik, barulah engkau menyibukkan diri dengan kitab-kitab yang besar dan panjang.

Keempat, Jangan Berpindah dari Satu Kitab ke Kitab Lainnya tanpa Ada Sebab

Berpindah dari satu kitab ke kitab lainnya, baik kitab yang ringkas atau yang tebal-tebal, merupakan penyakit yang berbahaya, yang akan bisa memutus pelajaran seseorang serta membuang-buang waktunya. Kecuali, hal itu ada sebabnya, misalnya engkau tidak menemukan guru yang bisa mengajarkan kitab itu, tetapi menemukan guru lain yang bagus dan amanah yang mengajarkan kitab ringkas lainnya.

Kelima, Mencatat Faedah dan Kaidah Ilmiah

Ini juga perkara yang penting. Kalau ada sebuah faedah yang hampir-hampir tidak pernah terbayangkan di pikiran atau jarang disebut dan dibahas atau ada perkara baru yang perlu untuk diketahui hukumnya, segeralah menulis dan mencatatnya, jangan berkata: "Itu sesuatu yang saya ketahui dengan baik, tidak perlu mencatatnya, insya Allah saya tidak akan lupa." Karena, engkau akan sanat cepat melupakannya.

Adapun mengenai kaidah, pahamilah dengan baik serta bersungguh-sungguhlah dalam memahami apa yang disebutkan para ulama tentang alasan sebuah hukum. Karena, semua alasan yang berhubungan dengan hukum masalah fiqih bisa dianggap sebuah kaidah karena merupakan dalil dari sebuah hukum. Alasan dan sebab ini sangat banyak dan setiap sebab mencakup banyak permasalahan lainnya. Misalkan kalau ada yang berkata, "Apabila ada orang yang ragu-ragu apakah air ini suci atau najis, maka hukumnya didasarkan pada yang diyakininya." Ini merupakan sebuah hukum sekaligus sebuah kaidah, karena pada dasarnya segala sesuatu itu sama dengan keadaan sebelumnya. Jadi, apabila Anda ragu-ragu tenang kejanisan sesuatu yang suci, maka pada dasarnya ia suci. Atau sebaliknya, ragu-ragu tentang sucinya sesuatu yang najis, maka pada dasarnya najis. Karena, pada dasarnya segala sesuatu tetap pada keadaan semula.

Oleh karena itu, seandainya seseorang setiap kali menemukan alasan hukum semacam ini, lalu memahaminya dan menguasainya, kemudian digunakan untuk menjawab berbagai permasalahan, maka ini merupakan sebuah faidah yang besar bagi dirinya maupun orang lain.

Keenam, Membulatkan Tekad untuk Menuntut Ilmu dan Meningkatkannya, Penuh Perhatian dan Mempunyai Keinginan Keras untuk Bisa Mencapai Derajat yang di Atasnya sehingga Bisa Menguasai Kitab-Kitab Besar dan Pnjang Lebar dengan Sebuah Dasar yang Kokoh

Seorang pelajar hendaknya membulatkan tekad untuk menuntut ilmu. Jangan tengok kanan, tengok kiri. Sehari belajar, sehari untuk buka toko, besoknya lagi untuk jualan sayuran. Perbuatan ini tidak disarankan.

Selama engkau masih yakin bahwa belajar adalah jalan hidupmu, maka bulatkan tekad dan konsentrasikan pikiranmu padanya, serta bertekadlah untuk bisa terus maju, jangan jalan di tempat. Pikirkanlah apa yang sudah engkau kuasai dari berbagai dalil dan permasalahan sehingga engkau bisa semakin naik tingkat sedikit demi sedikit.

Ketahuilah, bahwa mempelajari kitab-kitab yang ringkas kemudian baru kitab-kitab yang panjang yang dibuat untuk pendasaran dalam belajar oleh para ulama berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya, tergantung perbedaan madzhab dan tergantung pula dengan ilmu yang dikuasai oleh para ulama di daerah tersebut. Juga, keadaan ini berbeda antara satu murid dengan yang lainnya karena perbedaan tingkat kepahaman, kekuatan atau lemahnya persiapan, bebal atau encernya otak.

Sumber: Diringkas dari Syarah Adab dan Manfaat Menuntut Ilmu, terj. Ahmad Sabiq, Lc (Pustaka Imam Asy-Syafi'i, 2005); judul asli: Syarah Hilyah Thaalibil 'Ilmi, Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin (Maktabah Nurul Huda, 2003).

Oleh: Abu Annisa
Terakhir kali diperbaharui ( Friday, 15 February 2008 )
Copyright © 1998 - 2008
Islamic Center Al-Islam Bekasi - Pusat Kajian Islam

Pramuka

Jumat, 22 Mei 2009


Pelantikan Bantara MA dan Persami Penggalang MTs

Peringatan Hari Jadi Yayasan Al Hidayah

Kamis, 21 Mei 2009

Kode Etik dan Tata Tertib Santri PPM Al Hidayah

Rabu, 13 Mei 2009

VISI, MISI, TUJUAN DAN KARAKTERISTIK
PONDOK PESANTREN MODERN AL HIDAYAH SUKAMAJU
Visi

Terwujudnya lembaga pendidikan yang mengedepankan akhlak santri dan pengetahuan yang mendalam di kabupaten kuantan singingi

Misi

Membentuk sumberdaya manusia yang berkhlak mulia dan mampu bersaing di tengah-tengah masyarakat dalam IMTAQ dan IPTEK

Tujuan

1. Menciptakan lulusan yang memiliki akhlak mulia dan pengetahuan luas, berdisiplin dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan pribadi, masyarakat, dan bangsa.
2. Mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, akhlak serta mengupayakan penggunaannya dalam kehidupan pribadi, masyarakat, dan bangsa.

Karakteristik

1. Mengajarkan tentang pentingnya akhlak dalam menuntut ilimu dan dalam kehidupan pribadi, masyarakat, dan bangsa.
2. Mengembangkan paradigma ilmu yang memberi penekanan pada rasa iman dan tauhid
3. Membina dan mengembangkan lingkungan pondok pesantren yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

KEPUTUSAN PIMPINAN
PONDOK PESANTREN MODERN AL HIDAYAH SUKAMAJU


Nomor : 11/BS-KE-TT/PPM-AH/VI-2009

Tentang

KODE ETIK DAN TATA TERTIB SANTRI
PONDOK PESANTREN MODERN AL HIDAYAH SUKAMAJU


PIMPINAN PONDOK PESANTREN MODERN AL HIDAYAH

Menimbang :

a. Bahwa dalam rangka mendukung tercapainya tujuan pendidikan Pondok Pesantren Modern Al Hidayah, serta menciptakan suasana pesantren yang kondusif dan upaya pembinaan santri untuk menghindari sikap-sikap santri yang tidak sesuai dengan tuntunan agama islam dan kepribadian bangsa Indonesia, perlu dibuat Kode Etik dan Tata Tertib santri Pondok Pesantren Modern Al Hidayah.
b. Bahwa Peraturan Tata tertib yang telah ada dipandang perlu disesuaikan dengan perkembangan situasi yang terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Modern Al Hidayah.

Mengingat :
a. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
b. Anggaran Dasar Yayasan Al Hidayah
c. Hasil Musyawarah antara Pimpinan Pondok Pesantren dengan Pengurus Yayasan pada tanggal 20 April 2009

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN PONDOK PESANTREN MODERN AL HIDAYAH TENTANG KODE ETIK DAN TATA TERTIB SANTRI PONDOK PESANTREN MODERN AL HIDAYAH


BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan :

1. Kode Etik adalah norma dan aturan yang telah ditetapkan oleh Pimpinan sebagai landasan tingkah laku santri Pondok Pesantren Modern Al hidayah
2. Tata Tertib adalah aturan-aturan tentang hak dan kewajiban, pelanggaran dan sanksi bagi santri Pondok Pesantren Modern Al hidayah
3. Santri adalah Seluruh siswa-siswi MTs, MA baik yang di asrama maupun yang tidak dan terdaftar dibuktikan dengan kartu pelajar yang masih berlaku
4. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh santri demi tercapainya tujuan sesuai dengan kode etik dan tata tertib ini.
5. Hak adalah kewenangan yang dimiliki santri dalam mencapai tujuan yang diharapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Pelanggaran Kode Etik adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan azas yang ada dalam kode etik ini.
7. Pelanggaran Tata Tertib adalah setiap perilaku yang bertentangan dengan aturan ini.
8. Sanksi adalah hukuman yang dikenakan kepada santri yang melanggar Kode Etik dan Tata Tertib ini.
9. Pihak yang berwenang adalah pihak yang menurut aturan berlaku mempunyai hak menetapkan dan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran Kode Etik dan Tata Tertib ini.
10. OSIS adalah organisasi siswa intra sekolah baik MTs maupun MA
11. OSMADIN adalah organisasi santri madrasah diniyah baik tingkat ula atau whustho
12. Atribut adalah perlengkapan lambang-lambang yang harus dipakai santri termasuk nama santri
13. Seragam adalah meliputi :
a. Sepatu adalah sepatu standar berwarna hitam
b. Pakaian adalah pakaian yang telah ditentukan
c. Ikat pinggang adalah ikat pinggang berwarna hitam
d. Jilbab adalah jilbab standar petak dan tidak beraksesoris dengan warna yang telah ditentukan
14. Guru/ Ustad adalah tenaga pendidik pada Pondok Pesantren Modern Al Hidayah baik tingkat MDA,MDU,MDW,MTs maupun MA
15. Wali Kelas adalah wali kelas pondok pesantren modern al hidayah baik tingkat MDA,MDU,MDW,M MTs maupun MA
16. Kepala Madrasah adalah pimpinan madrasah baik tingkat MDA,MDU,MDW, MTs maupun MA
17. Pengurus Yayasan pengurus Yayasan Al Hidayah
18. Pimpinan Pondok Pesantren adalah pengasuh sekaligus Pembina Pondok Pesantren Modern Al Hidayah

BAB II

TUJUAN DAN FUNGSI

Pasal 2

1. Tujuan Kode Etik dan Tata Tertib ini adalah tercapainya suasana pesantren yang kondusif bagi terlaksananya proses belajar mengajar dengan baik

2. Fungsi Kode Etik dan Tata Tertib adalah :

a. Menjadi peraturan atau petunjuk, mengenai hak, kewajiban, pelanggaran, dan sanksi yang berlaku bagi santri Pondok Pesantren modern Al hidayah
b. Membantu tegaknya peraturan dan ketertiban di lingkungan Pondok Pesantren Modern Al Hidayah


BAB III

HAK DAN KEWAJIBAN SANTRI

Hak Akademik

Pasal 3

Setiap santri Pondok Pesantren Modern Al Hidayah berhak :

1. Memperoleh pendidikan, pengajaran, bimbingan, dan pengarahan dari guru/ ustadz sesuai dengan bakat, minat, potensi, dan kemampuan dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Memperoleh pelayanan di bidang akademik, administrasi dan kesiswaan
3. Memanfaatkan fasilitas Pondok Pesantren dalam rangka kegiatan pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Memperoleh penghargaan dari Yayasan Al hidayah atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Hak Penggunaan Barang Inventaris Yayasan Al Hidayah

Pasal 4

Setiap organisasi santri dapat mengajukan permohonan peminjaman inventaris milik Yayasan Al Hidayah dengan ketentuan yang berlaku :

1. Bahwa kegiatan yang dilakukan dalam penggunaan inventaris yayasan Al hidayah mempunyai hubungan dengan peningkatan/ penunjang kegiatan belajar mengajar

2. Lembaga Kesiswaan (OSIS/ PRAMUKA/OSMADIN) wajib mengajukan surat permohonan atau proposal kegiatan yang disahkan oleh Pembina dan kepala madrasah

3. Permohonan penggunaan inventaris yayasan al hidayah akan dipenuhi selama dimungkinkan

4. Segala pembiayaan akibat penggunaan inventaris tersebut sepenuhnya ditanggung oleh lembaga kesiswaan (OSIS/PRAMUKA/OSMADIN)
BAB IV

KEWAJIBAN SANTRI
PONDOK PESANTREN MODERN AL HIDAYAH

Kewajiban Umum

Pasal 6

Santri Pondok Pesantren Modern Al Hidayah berkewajiban :

1. Menjunjung tinggi ajaran islam dan berakhlak mulia
2. Menjaga dan memelihara nama baik Pondok Pesantren Modern Al hidayah
3. Mentaati semua ketentuan administrasi penyelenggaraan pendidikan yang dibebenkan kepada santri seperti uang Syahri’ah dan biaya-biaya lain yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku
4. Saling menghormati sesame santri dan bersikap sopan terhadap Pengasuh, Kepala, guru, ustadz, dan karyawan.

Kawajiban Khusus

Pasal 7

Santri Pondok Pesantren Modern Al Hidayah berkewajiban :

1. Mengikuti proses belajar dengan duduk teratur, sopan, dan hormat kepada guru/ ustadz
2. Memupuk semangat belajar dan memupuk ketekunan agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik
3. Berpakaian sopan, bersih, rapi, dan menutup aurat pada saat belajar, ujian, dan ketika berurusan dengan guru/ ustadz, karyawan, dan lain-lain di lingkungan Pesantren
4. Khusus bagi santri putri diwajibkan berbusana muslimat sesuai dengan syariat islam tidak ketat, dan tidak transparan
5. Memakai sepatu berwarna hitam di dalam kegiatan belajar
6. Memarkir kendaraan dengan tertib pada tempat parkir yang telah disediakan oleh Yayasan dan bersedia menunjukkan STNK pada saat mengambil kendaraan bila diminta petugas.

BAB V

PELANGGARAN

Pelanggaran Ringan

Pasal 8

1. Melanggar tata tertib Pondok Pesantren dan ujian yang berlaku dimasing-masing tingkat pendidikan
2. Memakai sandal, sepatu yang tumitnya diinjak, slop, atau sejenis, berkaos oblong, celana jean serta celana sobek selama mengikuti kegiatan belajar dan kegiatan lainnya dii lingkungan Pondok Pesantren
3. Menggunakan, menyimpan,dan membawa telpon genggam saat proses kegiatan sekolah/pondok pesantren
4. Memakai kalung, gelang, anting, tato dan berambut panjang bagi santri putra
5. Berdandan yang berlebihan bagi siswa/santri Putri
6. Merokok saat dalam proses belajar di Pondok Pesantren
7. Tidur/menginap diasrama lain, bagi santri asrama, serta memasuki asrama bagi siswa non asrama
8. Menggunakan alat/fasilitas pondok Pesantren secara tidak bertanggung jawab
9. Tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru/ ustadz
10. Tidak melengkapi atribut sekolah yang telah ditetapkan
11. Tidak memakai seragam yang telah ditetapkan
12. Alpa/ cabut / terlambat
13. Tidak izin kepada guru/ ustadz/ piket jika keluar lingkungan pesantren
14. Tidak sholat berjamaah di tempat yang telah ditetapkan
15. Tidak memakai peci/kopiah bagi santri Putra


Pelanggaran Sedang

Pasal 9

1. Berpakaian ketat, tidak memakai jilbab, tembus pandang, atau baju lengan pendek bagi santri putri baik di lingkungan pesantren maupun diluar
2. Memakai ikat pinggang dan atau perlengkapan pakaian lain yang berbentuk asesories yang berlebihan
3. Mengganggu ketenangan proses belajar mengajar
4. Memiliki, membawa, meminjam, meminjamkan, menjual, mengedarkan dan menyewakan media pornografi
5. Bertindak sebagai joki, atau melakukan kecurangan dalam ujian

Pelanggaran Berat

Pasal 10

1. Membawa senjata tajam dan atau senjata api
2. Memiliki, membawa, mengedarkan, dan mempergunakan, narkotika, alcohol, psikotropika, dan zat adiktif (nazpa) atau narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba)
3. Berboncengan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram atau pasangan yang dihalalkan oleh islam (suami isteri) dan bercumbu rayu baik di dalam dan di luar Pesantren.
4. Melakukan provokasi dan tindakan lain yang dapat mencemarkan nama baik Pondok Pesantren Modern Al Hidayah seseorang, golongan, ras, suku dan lain-lain
5. Melakukan perkelahian dan tawuran
6. Demonstrasi yang anarkis
7. Memalsukan nilai, tanda tangan, stempel, ijazah, dan surat keterangan lainnya.
8. Melakukan perusakan, perampasan, dan pencurian barang-barang milik Yayasan Alhidayah
9. Minum minuman keras baik di dalam atau diluar pesantren
10. Melakukan perzinaan atau kumpul kebo
11. Melakukan tindakan pidana yang dijatuhi hukuman penjara dan mempunyai kekuatan hukum tetap

Pelanggaran-pelanggaran lain

Pasal 11

Melanggar tata tertib yang berlaku di masing-masing kelas/ tingkat pendidikan yang kualisifikasinya tergantung kepada aturan yang berlaku pada masing-masing tingkat pendidikan.

BAB VI

SANKSI-SANKSI

Ketentuan Sanksi

Pasal 12

1. Sanksi diberikan kepada santri yang tidak melaksanakan kewajiban atau melanggaraturan sebagaimana tertuang dalam kode etik dan tata tertib ini
2. Pemberian sanksi ditentukan setelah melalui penelitian dan pertimbangan secara cermat dan teliti oleh pihak yang berwenang di Pondok Pesantren Modern Al Hidayah

Jenis Sanksi

Pasal 13

Sanksi yang akan diberlakukan terdiri atas beberapa jenis sesuai dengan tingkat pelanggaran yang meliputi : sanksi ringan, sanksi menengah, dan sanksi berat.

Sanksi Ringan

Pasal 14

1. Nasihat dan teguran, baik secara lisan maupun secara tertulis
2. Denda baik berupa barang atau uang setinggi-tingginya senilai Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah)
3. Sanksi material berupa ganti rugi atas barang yang rusak atau hilang
4. Tidak diperkenankan mengikuti pelajaran
5. Membersihkan halaman pesantren
6. Lari mengelilingi pesantren
7. Skorsing maksimal 3 (tiga) hari
Sanksi Menengah

Pasal 15

1. Teguran kepada orang tua/ wali baik secara lisan atau tertulis
2. Denda baik berupa barang atau uang setinggi-tingginya senilai Rp 25.000 (duapuluh lima ribu rupiah)
3. Skorsing Maksimal 1 (satu) minggu
4. Dilaporkan kepada pihak yang berwajib

Sanksi Berat

Pasal 16

1. Mengganti barang yang dirusak, dirampas, atau dicuri
2. Skorsing maksimal 2 (dua) minggu
3. Denda baik berupa barang atau uang setinggi-tingginya senilai Rp 100.000 (seratus ribu rupiah)
4. Pemberhentian siswa dengan surat pindah sekolah
5. Pemberhentian dengan tidak hormat, tanpa surat keterangan apapun dari sekolah
6. Penarikan kembali segala penghargaan yang pernah diterima oleh santri dari Yayasan al hidayah

Pihak yang berhak menjatuhkan sanksi

Pasal 17

Pihak yang berwenang menjatuhkan sanksi adalah :

1. Pimpinan Pondok Pesantren, berwenang menjatuhkan sanksi berat
2. Kepala madrasah, berwenang menjatuhkan sanksi menengah
3. Guaru, Ustadz berwenang menjatuhkan sanksi ringan

Tata cara Penjatuhan sanksi

Penjatuhan sanksi dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :

1. Penjatuhan sanksi oleh Pimpinan

a. Pipmpinan menjatuhkan sanksi kepada santri atas usulan kepala madrasah/ direktur pendidikan yang tembusannya disampaikan kepada santri yang bersangkutan
b. Santri diberi hak untuk mengajukan keberatan melalui kepala madrasah
c. Penjatuhan sanksi berat ditetapkan dengan surat keputusan pimpinan Pondok Pesantren Modern Al Hidayah

2. Penjatuhan sanksi oleh kepala madrasah

a. Kepala madrasah menjatuhkan sanksi berdasarkan usulan guru/ ustadz
b. Penjatuhan sanksi kepada santri ditetapkan berdasarkan surat keputusan kepala madrasah dan diketahui pimpinan Pesantren

3. Penjatuhan sanksi oleh guru/ ustadz

Guru/ Ustadz menjatuhan sanksi berdasarkan hasil temuan langsung terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh santri atau laporan sumber lain yang dapat dipercaya dan dapat dipertanggung jawabkan
4. Pembelaan

Santri berhak membela diri jika sanksi yang dijatuhkan dipandang tidak sesuai dengan rasa keadilan dan tidak ada dalam kode etik dan tata tertib ini.


Ketentuan Penutup

Pasal 19

Dengan berlakunya Kode Etik dan Tata Tertib Santri Pondok Pasantren Modern Al Hidayah ini, maka segala tata tertib yang diterbitkan sebelumnya dianggap tidak berlaku

Pasal 20

Apabila terdapat kekeliruan dalam Kode Etik dan Tata Tertib Santri Pondok Pesantren Modern Al HIdayah ini akan diperbaiki kemudian

Pasal 21

Hal-hal yang belum diatur dalam Kode Etik dan Tata Tertib santri Pondok Pesantren Modern al Hidayah ini akan ditetapkan tersendiri

Pasal 22

Kode Etik dan Tata Tertib santri Pondok Pesantren Modern al Hidayah ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Sukamaju
Pada tanggal 30 Juni 2009
PPM AL HIDAYAH,



M. SUKIMAN
Pimpinan

Tembusan :

1. Yth. Pengurus Yayasan Al Hidayah
2. Yth. Kepala MA, MTs, Pondok,MDA, TK
3. Yth. Wali Santri/ Santri
4. file

Brosur Penerimaan Siswa baru TP 2009/2010

Minggu, 26 April 2009

YAYASAN AL HIDAYAH
ISLAMIC BOARDING SCHOOL OF AL HIDAYAH

Jalan Merdeka 282 Sukamaju Kecamatan Singngi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi-Riau-Indonesia 29563 Phon : 081933699908/087898875913/ 081927214024
Email : sugialhidayah@gmail.com www.pondok-pesantren-modern-alhidayah.blogspot.com

MENERIMA SANTRI BARU TP 2009/2010
MUKODIMAH

Yayasan Al Hidayah didirikan pada tahun 1999, Alhamdulillah sampai saat ini sudah membuka berbagai jenjang pendidikan seperti TK Islam, MDA, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah serta Pondok Pesantren yang Alhamdulillah pada TP 2008/2009 sudah menamatkan alumni perdana tingkat Ula dan Insyaallah pada TP 2009/2010 akan membuka jenjang Wustho amin. Sejak berdirinya yayasan al hidayah banyak menerima kunjungan dari pejabat mulai dari camat, bupati, kandepag, kanwil depag, dan gubernur Riau. Mudah-mudahan menjadi pilihan tepat bagi orang tua yang menginginkan pendidikan yang mengedepankan ahklak dan budi pekerti yang luhur

A. FASILITAS
Dalam menunjang Proses Belajar Mengajar (PBM) Pondok Pesantren Modern Al Hidayah memliliki :
Gedung Permanen dan milik sendiri
Labor Bahasa berkapasitas 40 santri
Labor Komputer
Microskop
Asrama Putra dan Asrama Putri
Kantin Putra dan Kantin Putri
Lapangan Olahraga
Aula (ruangan serba guna)

B. JENJANG PENDIDIKAN
Jenjang pendidikan yang dikembangkan oleh Yayasan al Hidayah adalah sebagai berikut :
Madrasah Aliyah
Madrasah Tsanawiyah
Pesantren yang terdiri dari :
o Tingkat Ula
o Tingkat Wustho
Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA)
TK Islam

C. KURIKULUM
Kurikulum yang digunakan Yayasan Al Hidayah adalah sebagai berikut :
Kurikulum Pesantren Salaf dan belajar kitab kuning
Standar isi KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) Departemen Pendidikan Nasional
Standar isi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Departemen Agama

D. TENAGA KEPENDIDIKAN
Untuk mewujudkan tujuan pendidikan, maka tenaga pendidik berasal dari Pondok Pesantren Salaf Jawa, serta lulusan perguruna tinggi yang mengajar sesuai dengan bidangnya.

E. EKSTRA KURIKULER
Pramuka
Rebbana
Drum Band
Seni Baca Qur’an
Olahraga

F. SYARAT MASUK
a. Tingkat MA
Foto kopi Ijazah MTs/ SMP sederajat 2 Lembar
Foto 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 3 Lembar (santri putri memakai jilbab)
Mengisi Formulir pendaftaran
Membayar Uang pendaftaran :
o Uang Formulir 50.000
o Uang Gedung 200.000
o Simpanan Pokok Koperasi 50.000
o Uang Kartu Pelajar 15.000
JUMLAH 315.000
Membayar Uang Baju :
o Baju Nasional + Peci/ jilbab 140.000
o Baju Ciri Khas + Peci putih/ jilbab 140.000
o Baju Pramuka + Bared/ jilbab 150.000
o Baju Batik Al Hidayah 75.000
o Baju Olahraga 100.000
JUMLAH 605.000
Membayar uang syahriah bulan juli :
o Bagi siswa yang mengikuti program pesantren sebesar Rp 325.000 / bulan (sudah termasuk SPP, uang lab. Bahasa, lab. Komputer, Asrama, listrik, air, Makan 3 kali sehari)
o Bagi siswa yang tidak ikut program pesantren sebesar Rp 75.000/ bulan (sudah termasuk SPP, lab bahasa, lab komputer)

b. Tingkat MTs
Foto kopi Ijazah MI/ SD sederajat 2 Lembar
Foto 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 3 Lembar (santri putri memakai jilbab)
Mengisi Formulir pendaftaran
Membayar Uang pendaftaran :
 Uang Formulir 50.000
 Uang Gedung 200.000
 Simpanan Pokok Koperasi 50.000
 Uang Kartu Pelajar 15.000
JUMLAH 315.000
Membayar Uang Baju :
 Baju Nasional + Peci/ jilbab 135.000
 Baju Ciri Khas + Peci putih/ jilbab 135.000
 Baju Pramuka + Bared/ jilbab 140.000
 Baju Batik Al Hidayah 75.000
 Baju Olahraga 75.000
JUMLAH 560.000
Membayar uang syahriah bulan juli :
 Bagi siswa yang mengikuti program pesantren sebesar Rp 300.000 / bulan (sudah termasuk SPP, uang lab. Bahasa, lab. Komputer, Asrama, listrik, air, Makan 3 kali sehari)
 Bagi siswa yang tidak ikut program pesantren sebesar Rp 50.000/ bulan (sudah termasuk lab bahasa, lab komputer)
c. Tingkat MDA
Mengisi formulir pendaftaran
Membayar Uang Pendaftaran 25.000
Membayar Uang Gedung 75.000
Membayar uang SPP bulan Juli 10.000/ bulan

d. Tingkat TK Islam
Mengisi formulir pendaftaran
Membayar Uang Pendaftaran 25.000
Membayar Uang Gedung 100.000
Membayar uang SPP bulan Juli 40.000/ bulan
Membayar uang baju :
 Baju 3 (tiga) stel @ 75.000 225.000

DAFTAR PELAJARAN DAN KITAB KUNING
Tingkat Ula Tingkat Whustho
KELAS 1
Hafalan Juz amma
Hidayatusshibyan
Arbain nawawi
Aqidatul awam
Mabadiul fiqhiah juz 4
Ahlaq juz 1
Amsilati
Amsilatuttashrifah
KELAS 2
Tafsir Juz amma
Tuffatul athfal
Targhib watadhib
Zawahirul kalamiah
Safinatunnajah
Ahlaq juz 2
Zurumiah
Lughowi
KELAS 3
Tafsir Juz amma
Mustholah tajwid
Durotun nasihin
Tijannuddurrrori
Ahklak juz 3
Zurumiah
Qowaidul ilal KELAS 1
Tafsir Yasin
Ghoroibul Qur’an
Mustholah Hadits
Qotrol Ghoits
Fathul Qorib
Taisirul Kholaq
Imrithi
Magshud
Sekretariat Pendaftaran :
PONDOK PESANTREN MODERN AL HIDAYAH
Tanggal 1 – 15 Juli 2009
Setiap Jam Kerja
Please Call me :
1. M. Sukiman 087898875913
2. Sugiono, SE 081933699908
3. Suyoto 081927214024
4. Ustadz Munir 087893820221
5. Ustadz Ayus 081327266219

Info Terkini

BERITA TERKINI

« »
« »
« »
Get this widget

Blog Archive